Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor. Tampilkan semua postingan

3/29/2017

Akhir Kisah Suami Buruk Rupa Dengan Istri Cantik Jelita

Kereta Kuda Pernikahan

HUMOR - Tampaknya sungguh beruntung si Amir. Seorang bertubuh gempal, pendek, dan berwajah jauh dari kata lumayan. Ia memperistri perempuan yang cantik jelita, tinggi semampai, dan langsing bak bidadari dari surga.

Suatu ketika Amir menjumpai istrinya sedang bersolek. Meskipun setiap saat Amir selalu bertemu, namun kali ini ia tidak mampu menahan diri melihat istrinya yang begitu mempesona.

Tubuhnya gemetar, dadanya berdebar semakin kencang, matanya tak mampu berkedip memandang elok paras cantik istrinya. Tidak tahu harus berkata apa. Hanya diam berdiri terpaku di hadapan bidadarinya.

"Ada apa sih kang?", tanya istri sambil tersenyum.

"Allah Tuhanku dan Muhammad Nabiku. Engkau sungguh cantik dan aduhai wahai istriku", ungkap Amir terkagum.

"Maka kelak kita menjadi penghuni surga kang", tanggap istri sambil mencium tangan Amir.

"Loh, bagaimana engkau tahu?", tanya Amir terheran.

"Engkau telah bersyukur karena Allah telah menganugerahkan istri cantik seperti aku. Sedangkan aku selalu bersabar karena Allah mengujiku dengan suami buruk rupa sepertimu. Bukankah Allah menjanjikan surga bagi orang yang bersyukur dan bersabar?". [ humor ]

3/27/2017

Kapan Kamu Menikah?

Cincin Nikah

HUMOR - Hari menjelang lebaran. Tiket mudik mulai dibanjiri antrian pembeli. Ternasuk Zainal juga ikut mengantri, seorang anggota banser senior. Ia tidak sabar bertemu dengan keluarga besar di kampung kelahurannya.

Namun, ada satu hal yang membuatnya resah dan gelisah. Satu pertanyaan "kapan nikah" baginya adalah sambaran petir yang kapan dan dimana saja bisa menghantamnya.

Bagaimana tidak, diusianya yang menginjak 35 tahun belum juga memiliki pendamping hidup. Belum juga kesampaian mengucap ijab-qobul di depan pak penghulu. Bagi keluarga besarnya ini adalah aib. Bahkan dianggap bid'ah bagi sebagian golongan.

Sesampai di kampung halaman. Ternyata benar adanya. Cuaca cerah tiada mendung tetapi petir menyambar dadanya. Dak dik duk dar...

"Kapan kamu akan menikah nak?", pertanyaan bak petir dilontarkan oleh pamannya.

"Aduh, lebaran begini sih KUA masih tutup pak Dhe", Zainal ngeles sambil mengalihkan pembicaraan.

Hari terus berganti, namun hati Zainal selalu was-was. Pertanyaan yang sama dari seluruh keluaeganya selalu menghantamnya. Untungnya masih libur lebaran. Jadi ia masih memiliki alasan.

Tiba saatnya Zainal mudik balik untuk melanjutkan pekerjaannya di kota. Tiap keluarga ia pamiti. Hingga tiba di rumah nenek yang ia sayangi.

" Cucuku, kapan kamu menikah? Jangan tunggu KUA tutup lagi. Nenek kan sudah tua, nenek ingin sekali melihat cucu kesayangan nenek menikah", tanya nenek.

Kali ini petir campur badai menghantam menghantam dadanya. Libur lebaran telah habis, tidak mungkin memberi alasan yang sama. Kali ini ia harus lebih cerdas mencari alasan.

"Emmmm.. Enaknya punya mobil dulu apa rumah dulu ya nek sebelum menikah?", Zainal pura-pura minta pendapat.

"Enaknya itu ya punya calon dulu sebelum nikah", sahut adik Zainal yang tidak mau mendahuluinya.

"Nikah kok banyak alasan, yang bener itu banyak calonnya", tambah si adik sambil ngelonyor meninggalkan tempat duduk. [ humor ]

3/22/2017

Si Santri Naksir Pada Gadis Yang Beda Keyakinan

Cinta

HUMOR - Siapa saja berhak mencintai dan dicintai. Apalagi ketika menginjak usia remaja. Rasa cinta tumbuh mekar layaknya bunga bermekaran di taman. Bersinar cerah bagaikan mentari dipagi hari. Aromanya wangi seharum bunga melati yang menyejukkan hati.

Pagi itu Ahmad si santri tua yang rajin mengaji sedang melamun, hatinya gundah gelisah dilanda cinta. Matanya merah karena semalam tidak bisa tidur memikirkan gadis yang ditaksirnya.

Umar sebagai teman sekamar, menyadari tingkah Ahmad sangat aneh pada minggu-minggu ini. Ia pun menghampiri untuk mencoba menghibur Ahmad.

"Ngopi bro, hari ini kan nggak ada ngaji", ajak Umar.

"Nggak ah, lagi pusing", Ahmad menolak dengan cuwek.

"Galau apa pusing? Ayo lah, kita kan teman seperjuangan. Siapa tahu ada yang ingin dicurhatin sambil ngopi", bujuk Umar.

Suasana sempat hening sejenak, Ahmad berpikir dan mencoba menuruti ajakan Umar.

"Oke deh, tapi kamu yang bayarin",

Mereka pun menuju ke kantin. Aroma kopi begitu terasa sedap, menghangatkan suasana ke dua santri tersebut. Dua cangkir kini siap untuk di sruput.

" Sebenarnya ada apa sih bro, cerita dong", tanpa basa basi Umar mengawali obrolan.

Galau antara malu dan ragu. Sebenarnya Ahmad tidak mau bercerita, namun apalah daya Umar terus menerus mendesak agar Ahmad mau bercerita.

"Sebenarnya begini bro, aku lagi naksir sama Wilona", ungkap Ahmad.

"Wilona si gadis penjaga toko di depan pondok itu kah?", Ke dua kalinya Umar di buat penasaran.

" Iya, siapa lagi kalau bukan dia", Ahmad meyakinkan.

"Wah, kalo gitu segera lamar saja bro. Kamu kan santri tua sampai sekarang belum dapat jodoh, sudah saatnya untuk menikah. Buruan bro biar galau kamu hilang, sebelum didahului orang lain loh", Umar menyarankan.

"Tapi masalahnya antara aku dan dia beda keyakinan. Kamu sendiri tahu kan kalo aku udah lama nyantri di sini. Tidak mungkin aku memaksa keyakinannya", Ahmad mengeluh.

"Loh?? Beda keyakinan bagaimana maksudnya bro??", lagi-lagi Umar dibuat penasaran.

"Aku yakin dia adalah jodohku. Sedangkan dia yakin aku bukan jodohnya", dengan tegas Ahmad menerangkan.

"Kurang asem, gak ngurus awakmu, kopine la bayar dewe".

Hmmm... [ humor ]

3/20/2017

Mendoakan Orang Mati Itu Dilarang

Gambar orang berdoa

HUMOR - Ada seorang pemuda lulusan Madinah, sebut saja ia Abdullah. Ia lulus sebagai sarjana muda dengan prestasi luar biasa. Atas keberhasilan tersebut, ia pun memutuskan untuk kembali pulang ke kampung halaman. Berharap bisa mengamalkan segala ilmu yang ia dapatkan.

Di dalam perjalanan menuju rumah, ia berpapasan dengan pemuda kampung yang baru saja selesai ziarah ke makam almarhum bapaknya.

Entah kenapa dan untuk apa tiba-tiba sarjana muda itu bertanya kepada si pemuda kampung.

"Apa hukum ketika kita mendoakan orang mati?",  tanya sarjana muda.

"HARAM", pemuda kampung menjawab dengan tegas.

Sungguh jawaban tersebut di luar dugaan, jauh dari apa yang selama ini ia ketahui.

" Loh, apa alasannya", si sarjana muda terheran-heran. 😱

"Islam mengajarkan supaya mendoakan yang baik-baik. Sayogyanya kita sebagai umat Islam mendoakan supaya banyak rezeki, hidup sehat, jauh dari mala bahaya, dan mendoakan supaya panjang umur. Jangan sampai kita mendoakan orang mati, itu adalah doa buruk dan dilarang Islam".

"Hmmmmmm...", 😌 [ humor ]