Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

3/02/2017

Download Form Soal UTS

Form Soal

Form soal UTS berikut ditujukan kepada bapak / ibu guru SMP Ma'arif 6 Brondong dan SMA Ma'arif 2 Brondong supaya mempermudah dalam pembuatan soal UTS. Silahkan download dengan link unduh yang telah di berikan pada kolom di bawah.

No Form Soal Link
1 Form Soal UTS untuk SMP Unduh
2 Form Soal UTS untuk SMA Unduh

Semoga dengan adanya website ini semakin mempermudah bapak ibu/guru menyelesaikan tugas-tugasnya di sekolah. Jika soal telah selesai dibuat, bisa langsung dikirim melalui form upload file.

2/04/2017

Mengenal Macam-Macam Alat Musik Tradisional Nusantara

Musik tradisional apabila dibandingkan dengan perkembangan musik modern, musik tradisional tergolong sangat jauh tertinggal. Baik itu dalam segi bentuk alat-alatnya, musisinya, aransemennya, maupun teknik permainan serta pementasannya. Akan tetapi tahukah bahwa musik tradisional jika dikaji lebih detail lagi akan mempunyai makna dan nilai seni yang sangat tinggi dibanding dengan musik modern.

Pada halaman ini tidak menjelaskan sebab ketertinggalan musik tradisional terhadap musik modern tersebut, namun lebih fokus untuk mengetahui berbagai jenis alat musik tradisional yang berada di wilayah Nusantara yang mungkin banyak yang belum kalian ketahui. Berikut beragam alat musik tradisional beserta penjelasan singkat dan juga contoh-contohnya.

Musik Tradisional

1. Gamelan

Gamelan merupakan alat musik tradisional yang berasal dari pulau Jawa terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah. Ada juga yang berasal dari selain pulau Jawa, gamelan juga bisa ditemui dibeberapa daerah lain misalnya gamelan Madura (gamelan Sandur), Gamelan Banyuwangi, Gamelan Bali, Gamelan Sunda. Adapun alat musik yang tergolong dalam ricikan gamelan (instrumen gamelan) diantaranya adalah; Rebab, Kendang, Bonang, Gender, Slentem, Demung, Saron, Kenongan, Gong, Kempul, Gambang, dan Suling.

2. Angklung

Bambu sangat berperan penting dalam setiap aspek kehidupan manusia, mulai dari perabotan rumah tangga, senjata beratahan dan menyerang, sampai alat musik. Masyarakat Jawa pada masa lampau misalnya, mereka menggunakan bambu sebagai alat musik dalam mengiringi upacara adat, dan pada saat musim panen, mereka mengangkut padi sambil bernyanyi dan menari-nari dengan iringan alat musik yang disebut calung.

Calung berkembang hingga mampu memainkan nada-nada diatonic. Cangklung yang mampu memainkan nada diatonic inilah yang sekarang dikenal dengan nama Angklung. Keberadaan musik angklung di lndonesia tidak bisa terlepas dari peran Daeng Sutisna. Daeng Sutikna adalah seorang guru di Kuningan, Jawa Barat. la mempelajari dan memahami angklung dari seorang bernama Jaya. Hingga akhirnya ia mampu merubah angklung dari tangga nada pentatonic menjadi tangga nada diatonic yang digunakan secara internasional.

3. Kolintang

Musik kolintang adalah musik tradisional Minahasa, Sulawesi Utara. Musik ini termasuk jenis alat musik idiophone. Semua instrument musik kolintang terbuat dari kayu. Adapun kayu yang digunakan untuk membuat kolintang banyak tumbuh di hulu sungai di daerah pegunungan. Kolintang dapat dimainkan dalam posisi duduk maupun berdiri. Kolintang dapat dimainkan dalam tangga nada diatonic, yaitu tangga nada yang terdiri atas tujuh nada pokok.

4. Instrumen Tarling

Tarling adalah alat musik tradisional dari kota Cirebon. Karena Cirebon meruapakan kota yang terkenal dengan sebutan "kota udang", tarling kerap disebut sebagai melodo "kota udang". Kata Tarling sendiri diambil dari perpaduan antara Gitar dan Suling. Pada mulanya permainan alat musik ini menggunakan instrument gitar dan kecapi. Namun, setelah bangsa Belanda datang dan memperkenalkan gitar, berangsur-angsur fungsi kecapi diganti dengan gitar. Bentuk syair lagu tarling merupakan campuran pengaruh Sunda dan Jawa. Karena itu juga tarling disebut juga sebagai seloka Jawareh atau seloka Cirebonan. Fungsi tarling adalah sebagai hiburan dan pengiring upacara adat.

5. Instrumen Gambang Kromong

Gambang kromong adalah musik alat betawi, jenis musik ini merupakan perpaduan antara musik gamelan dan musik barat. Instrument gamelan yang digunakan dalam gambang kromong antara lain adalah, Suling, Gendang, rebab, dan gong. Sedangkan instrument yang berasal dari musik Barat adalah Biola, Gitar, dan terompet. Pada awalnya gambang kromong tidak hanya dimainkan oleh masyarakat Betawi saja, namun juga masyarakat peranakan Tionghoa. Musikgambang kromong menggunakan tangga nada pentatonic, yaitu tangga nada yang terdiri atas lima nada poko. Lagu dalam musik ini dimainkan dengan irama gambang. Rebab atau Biola digunakan sebagai pembawa melodi. Syair dalam gambang kromong bersifat lucu dan riang karena syairnya berupa pantun berupa sindiran antara laki-laki dan perempuan.

6. Arumba

Arumba merupakan kependekan dari alunan musik bambu. Bentuk dan permainan dari musik arumba hampir sama dengan permainan musik angklung, sehingga dapat dikatakan bahwa arumba adalah bentuk dari angklung versi baru. Semua instrument arumba terbuat dari bambu.Musik arumba diciptakan oleh Jose Rosadi dengan dibantuh oleh Rahmad dan Sukardi. Arumba pertama kali dipentaskan pada Juli 1964 di ball Hotel Indonesia. Pada tahun yang sama, arumba kembali dipentaskan kembali oleh tokoh Jazz Indonesia, Bill Saragih, di Nirvana Hotel Indonesia.
Perangkat musik arumba terdiri atas : Angklung melodi, Angklung ankompanyemen, Virba banbu, Gendang, Bass, Kese-kesek.

7. Instrumen Ogung Sabangunan

Ogung sabangunan atau gondang sabangunan adalah alat musik tradisional dari Tapanuli, Sumatra Utara. Alat musik ogung sabangunan telah ada sejak masyarakat suku Batak menganut paham animisme.

Alat musik yang digunakan dalam ogung sabangunan tidak jauh dengan alat musik tradisional Nusantara lainnya. Instrumennya terdiri dari empat buah doal atau ogong (sejenis gong), sebuah sarune (Sejenis serunai), dan lima buah taganing (Sejenis Gendang).

8. Kentongan

Kentongan merupakan alat musik yang paling tua di Indonesia. Hampir semua suku di Indonesia mengenal dan menggunakannya. Sejak ribuan tahun silam, kentongan dipergunakan sebagai sarana dan prasarana komunikasi dan ekspresi kesenian bagi masyarakat Indonesia. Umumnya, alat ini terbuat dari bambu, namun ada pula beberapa daerah yang membuatnya dari kayu.

9. Kalde / Kledi

Alat musik ini termasuk alat musik tua yang diperkenalkan oleh masyarakat Kalimantan. Kledi terbuat dari sekumpulan batang-batang bambu yang dihubungkan dengan buah labu.Bunyi yang dihasilkan dari Kledi serupa dengan bunyi piano yang dapat kita temui sekarang.

2/02/2017

Sejarah Perkembangan Seni Rupa Terapan Di Indonesia

Pada halaman ini kalian akan mengetahui tentang seni rupa terapan yang juga merupakan salah satu satu cabang dari seni rupa. Benda terapan adalah barang yang merupakan kelengkapan kehidupan sehari hari bagi manusia, Peradaban manusia dapat dinilai dari pencapaian keragaman benda terapanya ( seni pakai ), sehingga perkembangan suatu bangsa dapat dilihat dari fase - fase budaya rupa yang berkembang sesuai dengan tingkat kemampuan dan kesadaran dalam mengolah dan berkreasi seni rupa. Perkembangan sejarah peradaban bangsa Indonesia juga bisa kita lihat dari peninggalan peninggalan seni rupanya baik yang berupa gambar ( seni murni ) maupan benda benda terapan / pakainya ( Aplied Art ). Secara umum perkembangan seni rupa kita bagi menjadi 3 (tiga ) fase.

Gambar Seni Rupa

A. Seni Rupa Terapan Prasejarah

Awal - awal kehidupan bangsa Indonesia jelas masih sangat rendah, hasil peradaban pada masa pra sejarah adalah merupakan bentuk karya seni rupa yang paling sederhana dan kasar, hal ini disebabkan karena faktor kemampuan manusia yang masih sangat primitif dan mistis, ketidakmampuan mengolah alam dan rendahnya kemampuan berpikir sehingga hanya menghasilkan benda - benda pakai yang sangat sederhana dan kasar yang terbuat dari batu ( Seni rupa zaman batu ) misalnya kapak lonjong, kapak genggam, dolmen, menhir dll.

Pada perkembanganya masa prasejarah bangsa indonesia mengalami perubahan dikarenakan adanya bahan yang lain, yaitu bahan dari perunggu yang dimanfaatkan untuk membuat benda yang berfungsi untuk kegiatan upacara maupun benda pakai yang digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Zaman ini disebut juga sebagai zaman perunggu atau kebudayaan Dongsong.

Adapun contoh seni rupa terapan prasejarah diantaranya seperti kapak corong, moko, candarasa, nekara, dll. Kemampuan bangsa Indonesia dalam mengelola dan mengolah bahan dari perunggu tersebut tidak lepas dari peranan bangsa Cina dari daratan Cina Selatan yaikni daerah Dongsong yang masuk ke Indonesia.

B. Seni Rupa Terapan Klasik

Periode kedua pada fase klasik Perkembangan seni rupa Indonesia menunjukan perkembangan yang sangat dinamis dan meningkat, setelah kedatangan bangsa cina. Bangsa Indonesia juga kedatangan bangsa lain yang juga berasal dari daratan Asia yaitu bangsa India, yang kemudian terjadi alkulturasi terhadap kebudayaan Indonesia yang sudah ada dengan kesenian yang baru dari India. Pada masa ini kebudayaan dan kesenian Indonesia mengalami perubahan yang sangat luar biasa baik dalam bentuk, proporsi, teknik, maupun estetikanya. Sehingga karya seni rupa kelihatan begitu halus, rumit, dan detail. Sehingga pada akhirnya zaman ini disebut juga sebagai zaman klasik.

Perkembangan seni pada masa ini dikarenakan peranan agama ( Hindu — Budha ) sangat mendukung dan memberi keleluasaan bagi para seniman untuk megekspresikan dirinya dalam berkarya, baik karya tersebut berupa seni arsitektur, ragam hias serta benda pemujaan. Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin banyaknya bangsa lain datang keindonesia, perkembangan kebudayaan seni rupa juga mengalami perubahan.

Dengan kedatangan agama islam yang dibawa bangsapersia corak kebudayan rnengalami perubahan bentuk. Meski tidak secara total keseluruhan, namun sangat kelihatan sekali bahwa ciri-ciri ke Islaman-nya bentuknya mengalami perubahan yang semula banyak menampilkan makhluk - makhluk hidup dengan berbagai bentuk nyata.Kedatangan agama Islam bentuknya banyak berupa sitilasi / pengayaan bentuk, sehingga wujud yang sebenarnya tidak nampak kelihatan jelas namun tetap indah dan kental dengan estetikanya.

C. Sejarah Seni Rupa Terapan Modern

Semakin sering dan banyaknya komunikasi bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa lain yang masuk di Indonesia, menjadikan bangsa kita banyak menerima informasi yang terkait dengan seni rupa juga seni terapan. Salah satu diantaranya adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap nilai seni, dimana awalnya karya seni hanya dipandang sebagai bagian dari kegiatan yang berkaitan dengan kepercayaan maupun agama. Berkat informasi yang sudah banyak kita dapatkan, karya seni mulai berubah yakni seni bukan lagi untuk memenuhi keperluan tertentu melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan. Baik sebagai ungkapan perasaan dan jiwa, menyalurkan hobi, komunikasi, dekorasi, maupun dunia bisnis perdagangan.

Demikian sejarah perkembangan seni rupa terapan dari masa ke masa. Semoga dengan memahami sejarah perkembangan seni rupa ini kalian lebih mencintai kebudayaan dan kesenian Indonesia.

1/31/2017

Mengenal Tongklek Sebagai Seni Musik Tradisional Di Tuban Jawa Timur

Ada salah satu seni musik tradisional yang bisa dibilang sangat populer namun belum cukup terkenal di seluruh wilayah Indonesia. Sangat populer bagi masyarakat jawa khususnya di wilayah kabupaten Tuban provinsi Jawa Timur, tetapi bagi masyarakat luar Jawa tentu masih terasa begitu asing. Seni musik tradisional tersebut adalah tongklek.

Oh iya, mungkin salah jika saya beranggapan bahwa tongklek tidak begitu populer di luar Jawa. Bahkan nama tongklek sudah populer dan terkenal di seluruh manca negara. Buktinya adalah video seni musik tongklek telah beredar di youtube. Tentu yang dapat menyaksikan video tersebut bukan orang Jawa saja, tetapi bisa dilihat semua orang di manapun mereka berada, bedanya hanya melihat secara langsung dan tidak langsung.

Dan ketika kalian mencari informasi di mesin pencari google dengan mengetik kata kunci tongklek, maka akan muncul kata kunci lain yang terkait dengan kata kunci yang kalian ketik tadi, seperti alat-alat tongklek, tongklek tombo ati, tongklek merakurak, dan lain sebagainya. Ini bisa menjadi bukti bahwa kesenian tongklek tidak asing lagi di google. Dan google tidak akan memunculkan kata kunci tersebut jika tidak ada orang yang menelusuri.

Tongklek

Lalu apa sebenarnya tongklek itu? Bagaimana asal usul tongklek? Dan kenapa tongklek begitu populer di Tuban, Jawa Timur?

Apa itu tongklek?


Tongklek adalah seni musik tradisional yang dimainkan oleh sekelompok orang yang terdiri dari berbagai alat musik sederhana seperti patrol (kentongan yang terbuat dari bambu), perabotan rumah tangga seadanya seperti bak, ember, galon, serta perlengkapanperalatan lain yang penting bisa berbunyi.

Kata TONGKLEK itu sendiri diambil dari bunyi alat musik kentongan, jika dipukul pada bagian tengah tepat disamping lubang maka kentongan akan berbunyi "TONG" dan jika dipukul pada bagian bawah tepatnya di ruas bambu maka kentongan akan berbunyi "KLEK".

Untuk penambahan alat musik suapaya lebih menarikserta enak di dengar biasanya pemain menambahkan gamelan dan gong. Tidak hanya itu, pemain juga bisa menambahkan alat musik moderen seperti orjen.Tidak ada atura standar alat musik yang digunaka kecuali jika dalam perlombaan, maka pemain tongklek wajib mematuhi aturan yang dibuat oleh panitia perlombaan.

Sejarah asal usul tongklek


Konon seni musik tradisional tongklek sudah ada sejak zaman wali songo. Mengenai asal daerah dan kapan tahun kemunculan tongklek belum ada keterangan yang valid dan pasti, masih menjadi pembahasan yang kontroversi. Jika kita memperhatikan sejarah wali songo dan melihat langsung di museum peninggalan wali songo, maka kita akan menjumpai berbagai alat musik bersejarah seperti gamelan, gong, gambang, bonang, dan lain sebainya. Termasuk kentongan / patrol yang merupakan asal usul pengambilan nama tongklek. Tidak lain alat musik peninggalan para sunan / wali songo tersebut digunakan sebagai sarana dakwah menyebarkan syariat agama Islam kala itu. Barangkali alat tradisional bersejarah tersebut bisa menjadi bukti keberadaan seni tongklek sudah ada pada zaman wali songo.

Tidak ada sejarah pasti tentang awal kemunculan seni tongklek ini, hal itu tidak lain disebabkan minimnya kepedulian masyarakat terhadap seni ini saat itu, sehingga tidak ada sejarawan yang mencatat dalam buku sejarah. Yang ada hanya informasi dari mulut ke mulut yang diceritakan oleh orang tua kepada anak cucunya. Hal ini tentu sungguh sangat di sayangkan, mengingat tongklek merupakan salah satu seni dan juga tradisi yang wajib kita jaga kelestariannya.

Menurut informasi yang saya baca dari internet dan juga cerita yang saya peroleh dari kelompok pemain tongklek di Tuban, karena kebetulan tempat tinggal saya dekat dengan Tuban. Kebanyakan mereka menyatakan bahwa tongklek berasal dari pulau Jawa, tepatnya di daerah mana itu masih menjadi kontroversi sampai saat ini. Namun yang jelas, saat ini seni tongklek begitu populer di Kabupaten Tuban dan daerah sekitarnya. Sebagai bukti populernya tongklek di Tuban adalah adanya festival serta perlombaan yang diadakan pemerintah setempat setiap tahunnya.

Awal mulanya tradisi tongklek digunakan untuk membangunkan masyarakat di waktu sahur pada bulan Ramadhan. Kentongan dipukul sehingga berbunyi tong-klek sambil mengelilingi kampung. Kemudian masyarakat semakin inovatif menambahkan alat musik sederhana lainnya sehingga menghasilkan bunyi musik yang lebih kreatif.

Alasan tongklek sangat populer di Tuban dan sekitarnya


Awalnya memang lebih fokus berfungsi membangunkan masyarakat untuk segera sahur, lantunan musiknya pun masih tergolong monoton sebab hanya kentongan saja yang digunakan. Namun seiring perkembangan zaman dan semakin kreatifnya seniman musik yang ikut berpatisipasi melestarikan seni musik tongklek, akhirnya kini tongklek memiliki multifungsi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Bukan lagi hanya sebagai alarm sahur tetapi juga sebagai sarana hiburan.

Dipandang telah cukup diminati masyarakat dan berniat menjaga kelestariannya, pemerintah Tuban dan sekitarnya mengadakam lomba dan festival setiap tahunnya. Tentu dengan adanya inisiatif ini masyarakat setempat semakin meminati seni musik tradisional tongklek, terbukti dengankian banyaknya kelompok atau grup tongklek baru bermunculan, baik dari kalangan orang tua, pemuda, hingga anak-anak. Mereka ingin berkompetensi bersaing menunjukan bakat serta minatnya terhada tongklek, jadi secara tidak langsung mereka telah turut andil melestarikan seni tradisional yang cukup langka ini.

Di luar dari pada itu, selain perlombaan dan festival, tongklek rutin disemarakkan saat malam bulan Ramadhan. Hampir setiap malam kelompok tongklek di daerah Kabupaten Tuban dan sekitarnya mereka berkeliling kampung setempat untuk membangunkan masyarakat agar segera sahur, tentunya dengan irama-irama khas musik tongklek yang sangat indah dan menghibur. Apalagi ketika malam hari raya idul fitri maupun idul adha, para kelompok tongklek pasti memeriahkan malam takbir keliling.

1/29/2017

Mengenal Seni Tradisional Kentrung Yang Terancam Punah

Salah satu bukti kekayaan seni dan budaya di Indonesia adalah adanya seni kentrung. Keberadaan seni kentrung juga sebagai bukti kuatnya budaya timur tengah yang mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia khususnya di Jawa. Namun seiring perkembangan zaman, meningkatnya dampak era globalisasi, serta kuatnya pengaruh budaya barat, semakin menenggelamkan keberadaan seni tradisional kentrung. Sehingga tidak heran, jarang sekali kita bisa menemukan referensi tentang seni kentrung baik itu di toko buku maupun di internet.

Coba saja kita browsing di internet, pasti jarang sekali menemukan informasi yang menjelaskan tentang seni kentrung. Apa lagi di toko buku, sudah tentu kita pasti kelabakan mencari buku yang membahas tentang seni ini. Dan coba juga cari di youtube, padahal berjuta video apa saja pasti tersedia di sana. Tetapi tidak dengan video kesenian kentrung, walaupun ada video tersebut durasinya begitu pendek, paling hanya 5 sampai 10 menit saja. Padahal dalam pementasan kentrung bisa berdurasi sampai 3 jam lebih.

Dalang dan Alat Kentrung

Untuk itu, mari kita kembali mengenal dan memahami seni kentrung. Paling tidak kita tetap bisa menceritakan seni kentrung ini kepada anak dan cucu kita kelak.Syukur Alhamdulillah jika kalian para anak muda ingin mendalami seni ini sehingga menjadi generasi berikutnya yang tetap mempopulerkan nama seni kentrung. Dan jangan lupa bagi siapa saja yang sempat membaca artikel ini, jika di daerah kalian ada pementasan kentrung mohon untuk segera di upload ke youtube guna tetap melestarikan seni tradisional kentrung di negeri tercinta kita.

Apa Itu Kentrung?


Kentrung adalah merupakan seni dan budaya yang digunakan untuk menyampaikan pesan dan kesan moral kepada masyarakat. Kentrung dikatakan sebagai seni karena memiliki unsur kreasi dan keindahan, dimana disampaikan oleh dalang yang pandai mendongeng dan melawak serta di iringi oleh alat musik dan bunyi musik yang khas. Kentrung dikatakan sebagai budaya karena hanya dimiki oleh beberapa kelompok yang diwariskan dari generasi ke generasi berikutnya.

Penafsiran kata KENTRUNG sendiri bermacam-macam, ada yang mengatakan kata kentrung berasal dari kluntrang-kluntrung yang bermakna mengembara kesana kemari. Ada pula yang beranggapan berawal dari kata ngreken-ngantung yang berarti menghitung dan berangan-angan. Namun menurut penafsiran yang paling mendekati adalah bahwa kata kentrung diambil dari alat musik yang digunakan, yakni kata “KEN” yag diambil dari awal kata alat musik yang bernama Kendang, kemudian bunyi “TRUNG” ketika alat musik rebana ketika dipukul.

Pada mulanya kentrung digunakan sebagai dakwah Islam untuk menyampaikan ajaran Islam agar lebih mudah diterima oleh masyarakat kala itu. Namun seiring perkembangan jaman kentrung kini lebih banyak dimanfaatkan sebagai acara hajatan seperti acara pernikahan, khitanan, pindahan rumah, tingkepan, dan berbagai acara syukuran lainnya.

Adapun dalam pertunjukan kentrung biasanya dalang menyampaikan nilai-nilai terntentu yang terkandung di dalamnya seperti pendidikan, kritik dan saran sosial, serta banyolan atau lawak. Biasanya dalang dengan pandainya menceritakan sejarah suatu daerah kemudian menceritakan tokoh-tokoh penting yang paling berpengaruh di daerah tersebut, dan dengan lihainya dalang menyampaikan dakwah di dalam alur cerita tersebut, serta tidak lupa sang dalang melawak, sehingga pertunjukkan terasa tidak membosankan namun tetap kaya akan ilmu di dalamnya.

Sejarah Asal-Usul Kentrung


Menurut Prof. Dr. Suripan Sudi Hutomo di dalam bukunya yang berjudul“Kentrung” beliau mengatakan bahwa seni kentrung berkembang sejak abad 16 di Kediri, Blitar, Tulungagung, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Ponorogo. Pernyataan ini diambil dari website Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Namun sejarah awal kemunculan seni kentrung ini memiliki versi yang beragam. Ada versi yang mengatakan bahwa seni kentrung merupakan kesenian asli dari bangsa Indonesia, ada juga versi yang beranggapan bahwa seni ini berawal dari jazirah Arab. Menurut sumber lain dari wikipedia, kentrung pertama kali dipopulerkan pada era penjajahan Belanda tepatnya tahun 1930-an oleh kiyai Basiman. Dan yang pasti kentrung telah berkembang dan menyebar luas di Indonesia khususnya di Jawa.

Pada masa awal kemunculan seni kentrung, dalam pementasan kesenian ini berisi tentang babat tanah Jawa, yakni menceritakan tentang sejarah Wali Songo dan kerajaan Islam di tanah Jawa. Kemudian seiring perkembangannya seni kentrung sangat efektif digunakan sebagai media dakwah penyebaran agama Islam dan menyampaikan sejarah Islam dari Arab yang masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Karena itulah seni kentrung sangat di minati masyarakat kala itu sehingga ajaran Islam lebih mudah diterima mereka.

Faktor Seni Kentrung Terancam Punah


Dikutip juga dari website Pemerintah Kabupaten Tulungagung, bahwa hampir disemua pelosok Desa di wilayah Kabupaten Tulungagung bisa dibilang semuanya memiliki kelompok kentrung. Namun seiring perkembangan jaman kelompok-kelompok kentrung di Tulungagung mulai menghilang dan kini hanya tinggal satu kelompok kentrung saja yang masih bertahan. Tidak lain penyebab seni kentrung terancam punah adalah masyarakat saat ini tidak menganggap kesenian sebagai tuntutan melainkan sebagai tontonan. Mereka lebih asyik menonton dari pada menuntut ilmu kesenian kentrung.

Faktor lain adalah hilangnya apresiasi masyarakat terhadap seni tradisional serta berkurangnya komunitas seniman yang menggeluti seni kentrung. Terlebih masyarakat saat ini lebih menggemari kesenian moderen seperti filem bioskop, sinetron di televisi, dan konser musik moderen. Kondisi masyarakat seperti ini tentu semakin menenggelamkan dan mengikis keberadaan seni tradisional kentrung.

Semoga para seniman tidak kehilangan kreativitas serta inovasi-inovasi baru sehingga eksistensi seni tradisional kentrung tetap terjaga. Semoga dengan usaha para seniman muda bisa mengembalikan popularitas nama kentrung di telinga masyarakat. Dan kepada masyarakat Indonesia khususnya bagi anak muda generasi penerus bangsa, cintailah seni kentrung, ikutlah berpartisipasi, jangan biarkan kekayaan kesenian dan kebudayaan yang dimiliki Indonesia tercinta sirna dimakan waktu dan usia.